Adat Perkawinan di Rokan Hulu
Luhak Rambah :
A. Adat Sumondo Ketemenggungan ; Raja menikah sama derajat (Patriakat),
Raja Menikah dengan anak Raja-raja atau Suku Non Tujuh atau Suku
Mandahiling (Patriakat, bila adat diisi lembago dituang)
B. Adat Sumondo Perpatih Nan Sebatang ; Suku Andiko dengan Suku Andiko
(Matriakat), Laki-laki Suku Mandahiling dengan Suku Non Tujuh
(Matriakat).
C. Adat Jujuran; Suku Mandahiling menikah dengan sesamanya (Patriakat),
Laki-laki Suku Non Tujuh dengan Suku Mandahiling (Patriakat).
D. Adat Tanam Batu ; Suku Andiko atau Suku Mandahiling dengan Bangsawan.
Adat Sumondo Luhak Rambah
Pra Langsung :
Laki-laki menyampaikan keinginan kepada Poibuannya, Jujuak, pembicaraan
poibuan laki-laki dengan poibuan perempuan, Bokoba (minta ditongkan
kepada mamak adat), Moanta tando cakap, Moulak Kato, Moanta Tando, Akad
Nikah, Nikah Gantong, Sopokat Keluarga, Anta bolanjo (diluar adat)
Hari Langsung :
boinai, Bonceng, Borosah, Monyusun sirih, moukie pinang, buek bungkuih,
Jopuik ponganten, Moarak ponganten, Monyambuik ponganten, Uluo jawek
anta torimo, Jopuik monjopuik, Sorah torimo inang pongasuh, Menyaksikan
isi tepak plembang, Koaie tomat kaji, koaie bosimbuo, Sombah
monyombah, makan beradat, Timang kopa, Monobuih tepak tando, upah-upah,
Sombah monyombah, Potaruh potakek, Solang pinjam.
Pasca Hari Langsung :
Pangilan suruik, Matrilokal selama 1 tahun.
Adat Jujuran di Luhak Rambah
Pra Hari Langsung :
Pihak keluarga kerumah perempuan membawa perlengkapan adat, Anta tando
monjopuik perempuan secara adat, monjopuik perempuan untuk dibawa
kerumah keluarga laki-laki dengan membawa perlengkapan adat, memberi
kabar kepada pihak perempuan, anaknya sudah dibawa dengan maksud baik,
membayar hutang sepanjang adat
Hari Langsung :
Prosesi hari langsung tidah jauh berbeda denga prosesi hari langsung adat sumondo.
Pasca Hari Langsung :
Disesuaikan dengan ketentuan adat persukuan pihak laki-laki
Adat Perkawinan Sumondo Di Luhak Rambah
Pra Hari Langsung :
Seorang laki-laki menyampaikan kepada orang dekat ibunya,
bocinok-cinok, Monontukan anta timo tando, Anta torimo, Anta tando,
Akad Nikah
Hari Langsung :
Monogak lasa, Malam Boinai, Bokundai, Khatam Kaji, Monjopuik Pengantin,
Momutuih Obek, Bolimau, Mombukak Tabie, Timang Pengantin, Timang Suok,
Kaik Kolingkiang, Turun Makan, Pulang Momulang, Upah-upah.
Pasca Hari Langsung :
Solang Monyolang, Utang Mamak ko Komonakan
Langi-langi Adat Perkawinan di Luhak Rokan IV Koto :
Pra Hari Langsung :
Seorang laki-laki menyampaikan kepada Barih amainya, Suluo-suluo aie, Sirieh tanyo, Anta tando, Akad Nikah.
Hari Langsung :
Persiapan kenduri (Bokampong kocik, memanggil mamak nan botigo,
Bokampuang Besar, Mengampungkan Penghulu), Pelaksanaan kenduri
(mengantar ayam khatan kaji, mengantar mempelai, Monjopuik Penganten,
Penyambutan Penganten).
Pasca Hari Langsung :
Panggilan Suruik, Menanai Sijorah.
Adat Perkawinan di Luhak Kunto Darussalam :
Adat Somondo Mamanjo (Perpatih Nan Sebatang), untuk suku nan 34, Adat Ketemenggunagn untuk Bangsawan.
Adat Perkawinan Somondo di Luhak Kuntodarussalam
Pra Hari Langsung :
Seorang laki-laki yang ingin menikah menyampaikan kepada Abang iparnya,
Istri abang iparnya, atau kepada ibunya, Suluoi-suluo aie, Menimang
adat atau hukum, Pokay ninik mamak, Anta Tando, Akad Nikah
Hari Langsung :
Moanta penganten, Moarak Penganten, Penyambutan Penganten, Penyerahan Penganten, Membuka Tabie, Kato Peresmian, Kato Nasehat
Pasca Hari Langsung :
Monjolang Mamak, Menuruni rumah
Adat Perkawinan Sumondo di Luhak Tambusai :
Pra Hari Langsung :
Seorang laki-laki yang ingin berkeluarga menyampaikan hasratnya kepada
bundainya, Suluo-suluo ayie, Bopori-pori kuluarga, Muburuk, Muanta
Kato, Muanta Tando, Munontu Ari, Boinai.
Hari Langsung :
Monyompuik penganten, Penyambutan penganten, Bolimau koayie, ijab kabul, Duduk bosanding.
Sumber, Tim Penyelia Ahli, Al-Azhar dan T. Rafrizal
UPACARA ADAT UPAH-UPAH
MASYARAKAT MELAYU di ROKAN HULU
Erna Wahyuni/PBM/ F-B
Upacara upah-upah adalah upacara adat di kabupaten Rokan
Hulu, Provinsi Riau, yang bertujuan untuk mengembalikan Tondi kebadan.
Tondi tersebut diyakini sebagai aspek kejiwaan manusia yang mempengaruhi
semangat dan kematangan psikologis individu.
1. Asal-usul
Upacara adat upah-upah adalah salah satu upacara adat yang ada di Rokan
Hulu, provinsi Riau. Ditinjau dari tujuan pelaksanaan upah-upah, upacara
adat tersebut mengembalikan tondi(semangat, spirit) kebadan seseorang
atau beberapa orang melalui lantunan kata pemberi semangat dan
nasihat.(Irwan efendy et al,2008)
Pada dasarnya upacara adat upah-upah merupakan akulturasi budaya
Tapanuli Selatan dan Riau. Letak geografis Rokan Hulu yang terletak di
00 25' 20 derajat LU – 010 25' 41 derajat LU dan 1000 02' 56 derajat –
1000 56' 59 derajat BT dengan luas 7.449,85 km2 cukup berdekatan dengan
wilayah Sumatera Utara, yaitu berbatasan dengan kabupaten Tapanuli
Selatan pada wilayah utara. Hal itu memicu perpindahan masyarakat
Tapanuli Selatan ke wilayah Pasir Pengaraian untuk bermukim disana
selama beberapa decade terakhir. Akhirnya perpindahan budaya tersebut
menciptakan akulturasi budaya yang menarik.
Produk budaya upacara adat upah-upah yang tetap dilaksanakan oleh
masyarakat pendatang dari Tapanuli Selatan dan berbaur dengan penduduk
setempat mengakibatkan penerapan budaya upah-upah tetap lestari dan
mengalami perubahan yang unik, baik dari sisi tata laksana maupun
bahan-bahan yang digunakan. Akan tetapi tujuan utama dari upacara
upah-upah yang saat ini telah menjadi bagian dari budaya Riau masih sama
dengan upacara upah-upah yang ada di Tapanuli Selatan , yaitu
mengembalikan tondi kebadan individu atau kelompok orang yang diberikan
upah-upah. Inilah salah satu bukti keterbukaan masyarakat melayu Riau,
khususnya masyarakat Rokan Hulu, terhadap masuknya budaya lain yang di
anggap positif mempengaruhi kualitas pribadi dan kelompok mereka.
Istilah tondi berasal dari wilayah Tapanuli Selatan, Sumatra Utara
berpadan makna dengan beberapa istilah dalam bahasa Indonesia yang
mencakup kata semangat, tenaga, dan kekuatan yang bersikap psikologis.
Seiring dengan itu, beberapa pakar memiliki persamaan pendapat tentang
pembahasan makna tondi ini. Pajung Bangun (dalam Koentjaraningrat, 2002)
mengatakan tondi itu merupakan kekuatan yang member hidup pada bayi.
Tondi merupakan kekuatan, tenaga, semangat jiwa yang memelihara
ketegaran rohani dan jasmani agar tetap seimbang, kukuh, keras dan
menjaga harmoni kehidupan setiap individu. Tondi dapat mengembara
sesukanya dan bahkan boleh jadi bertemu dan bergabung dengan roh jahat.
Dalam keadaan ketakutan yang mendadak misalnya diserang harimau di
hutan, tondi juga bisa meninggalkan badan(Parsadaan Marga Harahap Dohot
Boruna, 1993).
Menurut Efendy et al. (2008:3), upacara adat upah-upah biasanya diiringi
dengan kenduri kecil maupun besar yang diiringi dengan doa selamat.
Berdasarkan fungsi dan tujuannya, upah-upah dapat dibagi menjadi empat
jenis, yaitu:
1. Upah-upah hajat tercapai, yaitu upah-upah yang dilaksanakan
sebagai wujud rasa syukur karena cita-cita, harapan, ataupun permintaan
tercapai. Misalnya upah-upah kepada anak yang telah lulus sekolah atau
telah mendapat pekerjaan.
2. Upah-upah sembuh sakit, yaitu upah-upah yang dilaksanakan
sebagai wujud rasa syukur karena harapan telah sembuh dari penyakit
telah tercapai. Upah-upah seperti ini biasanya dilaksanakan oleh
seseorang yang telah sembuh dari penyakit kronis tertentu.
3. Upah-upah selamat, yaitu upah-upah yang dilaksanakan sebagai
wujud rasa syukur karena selamat dalam suatu musibah alam atau gangguan
orang. Misalnya upah-upah bagi seseorang yang selamat dari musibah
terhanyut dari sungai saat banjir besar.
4. Upah-upah khusus, yaitu upah-upah yang dilaksanakan seseorang
melalui fase kehidupan tertentu. Misalnya upah-upah bagi seseorang yang
dikhitan, dinikahkan atau memangku suatu jabatan tertentu.
Pada tahap pelaksanaan upacara upah-upah tersebut, diperlukan tata
laksana, bahan-bahan dan peralatan tertentu yang memiliki simbol dan
makna tertentu.
2. Peralatan dan Bahan-bahan
bahan yang digunakan untuk menyusun perayaan upah-upah relative beragam,
tergantung faktor daerah, budaya, dan orang yang menyusun dan
menyampaikan hajat tersebujt. Kadang-kadang upah-upah yang dilaksanakan
pada waktu yang sama dan kampung yang sama memiliki bahan penyhajian
yang berbeda(Efendy et.al, 2008)
Efendy mengatakan bahwa berdasarkan bahan yang digunakan dalam upacra
upah-upah penyajian hidangan tersebut dapat dibagi menjadi tiga
tingkatan, yaitu upah-upah biasa, upah-upah lengkap, dan upah-upah
sangat lengkap. Tingkatan ini berkaitan dengan niat atau nazar yang
telah diucapkan dan kemampuan yang mempunyai hajat, bukan didasarkan
pada tujuan dan manfaatnya karena setiap upah-upah memiliki tujuan
mengembalikan tondi ke badan.
Berkaitan dengan pembagian tiga jenis bahan upah-upah ditinjau dari
bahan yang digunakan, berikut ini adalah pemaparannya
1. Upah-upah biasa, bahan-bahannya adalah sebagai berikut.
· Ayam panggang
· Hati ayam yang dipanggang
· Telur ayam rebus yang telah dikupas
· Udang yang telah di pais/direbus/digoreng
· Beras kunyit
· Nasi pulut kunyit
· Sayur-mayur
2. Upah-upah lengkap, bahan-bahannya adalah sebagai berikut.
· Ayam panggang
· Hati ayam yang dipanggang
· Telur ayam rebus yang telah dikupas
· Udang yang dipais/direbus/digoreng
· Beras kunyit
· Nasi pulut kunyit
· Sayur-mayur
· Gulai kepala kambing
· Bagian-bagian kambing yang dapat dimakan selai kepala
3. Upah-upah sangat lengkap,.
· Ayam panggang
· Hati ayam yang dipanggang
· Telur ayam rebus yang telah dikupas
· Udang yang dipais/direbus/digoreng
· Beras kunyit
· Nasi pulut kunyit
· Sayur-mayur
· Gulai kepala kambing
· Bagian-bagian kambing yang dapat dimakan selain kepala
· Gulai kepala kerbau
· Bagian-bagian tubuh kerbau lainnya yang dapat dimakan
Contoh penyajian hidangan jenis upah-upah lengkap
3. Tata Laksana
Efendy et al. (2008) menjelaskan tentang tata laksana upacara upah-upah
mencakup rangkaian kegiatan berikut ini.
1. Semua hadirin, termasuk pelantun upah-upah yang lazim disebut si
pengupah memasuki tempat pelaksanaan kegiatan. Umumnya mereka duduk
membentuk lingkaran atau persegi panjang. Upacara biasanya diadakan di
dalam ruangan atau dib alai-balai.
2. Kemudian orang yang akan di upah diminta duduk bersila
ditengah-tengah lingkaran atau mengambil bagian lingkaran dengan
menghadap para hadirin.
3. Bahan upah-upah yang telah dipersiapkan diletakan di depan orang
yang aka di upah-upah dengan ditutup kain selendang.
4. Bila upah-upah masuk dalam perhelatan besar maka prosesinya
dipimpin oleh seorang protocol. Namun apabila upacara ini dalam kategori
kecil maka upacara akan dipimpin oleh si pelantun upah-upah.
5. Acara dibuka oleh protokol, kemudian orang yang punya rumah
memberikan kata sambutan mengenai maksud diadakannya upah-upah ini.
6. Berikutnya adalah acara inti, yaitu penyampaian kalimat
upah-upah. Si pengupah mengambil posisi duduk atau berdiri berhadapan
dengan orang yang akan di upah, dan bahan upah-upah ada diantara mereka.
Sambil berdiri si pengupah mengangkat talam atau wadah tempat
upah-upah keatas kepala atau di depan orang yang akan di upah-upah.
Namun apabila berupa upah-upah lengkap atau sangat lengkap cukupdibuka
saja karena terlalu gelap untuk diangkat.
7. Terakhir, si pengupah melantunkan kata-kata upahannya.
4. Doa
Doa dalam memberikan hidangan upah-upah berbentuk sajak atau bait-bait
yang bermakna dan nilai sastra berupa metafora, pantun, dan nilai moral.
Berikut ini adalah contoh bait doa dari pengupah yang dibacakan kepada
orang yang di upah-upah(Efendy et al, 2008)
Bismillahirrohmanirrohiim kami ucapkan
Rahmat Allah senantiasa kita pintakan
Menyampaikan niat serta hajat di dalam
Itulah niat mengupah-upah anak menantu dambaan
Sudah terselip dihati ibu dan ayah
Menyampaikan niat melaksanakan upah-upah
Niat terkandung lamalah sudah
Baru sekarang beroleh izin Allah
Maka pada hari ini ada hajat di dalam hati
Ada niat yang belum terlaksanai
Untuk mengupah-upah anak menantu kita ini
Akan kita lepas kelautan lepas tiada bertepi
Supaya mereka tidak melanggar pantang
Supaya mereka tidak terlanda adat
Supaya mereka tidak disia-siakan orang
Upah-upah dilantunkan bekal tak tersukat
Rumpunnya rindang si pohon tebu
Rumput dedap dipenuhi benalu
Kaum family yang duduk bersimpuh
Ampun dan maaf karena pinta selalu
Batang nipah rapi ditanamkan
Nipah ditanam tambatan perahu
Kata pengupah yang disampaikan
Mengupah-upah anak serta menantu
Nipah ditanam tambatan perahu
Kerabat dating menyepuh bersih perunggu
Mengupah anak serta menantu
Selamatlah nian menempuh hidup baru
5. Nilai-nilai
Ada banyak nilai yang terkandung dalam upacara adat upah-upah ini.
Selain fungsi paulak tondi tu badan (memanggil tondi ke badan) upacara
upah-upah juga memiliki fungsi nasihat, doa dan harapan. Berikut adalah
nilai-nilai yang dapat diambil dari setiap nilai dan manfaat dari
upacara adat upah-upah(Efendy et al,2008)
1. Nasihat
Nasihat secara khusus diberikan kepada orang yang di upah-upah. Selain
itu para hadirin yang hadir turut serta dalam merasakan dampak dari
nasihat tersebut.
2. Nilai doa
Kata dalam upah-upah sarat dengan doa kepada Allah SWT. Doa tersebut
berisi permohonan kesehatan, keselamatan, kebahagiaan dan kejayaan bagi
orang yang di upah-upah, teman, dan para hadirin
3. Mempererat silaturahmi
Persiapaan dan prosesi upah-upah sarat dengan gotong-royong sehingga
memupuk sikap persaudaraan yang tinggi diantara anggota masyarakat.
4. Memupuk rasa syukur
Dalam upacara upah-upah terkandung pula makna pemupukan rasa syukur,
ingat dan tawakal kepada Allah SWT.
5. Pengembalian dan elaborasi spirit
Upah-upah bermanfaat dan dapat dipahami secara ilmiah sebagai sugesti
atau dorongan spiritual terhadap orang atau sekelompok orang. Dampaknya
akan terlihat apabila peserta benar-benar mengerti, menghayati, serta
merasa menjadi bagian dari upah-upah tersebut sehingga melahirkan
semangat dalam mengarungi hidup.
Berkaitan dengan pandangan diatas, salah satu penelitian pernah
membuktikan dampak positif dari tradisi upah-upah terhadap pasangan
pernikahan. Berdasarkan hasil penelitian Bahril Hidayat(2006), upacara
adat upah-upah pada pasangan pernikahan di Tapanuli Selatan juga
memiliki dampak atau pengaruh penting bagi kematangan psikologis pada
pasangan pernikahan atau pengantin.
6. Penutup
Upacara adat upah-upah adalah salah satu upacara adat di Rokan Hulu,
Provinsi Riau. Upacara ini bertujuan untuk mengembalikan tondi ke badan
sekaligus mengandung ungkapan-ungkapan metafora yang bermakna doa,
harapan dan nasihat terhadap orang atau sekelompok orang yang di
upah-upah.
Pelaksanaan upacara adat upah-upah memiliki banyak jenis, namun
upah-upah memasuki hidup baru(diberikan kepada pasangan pernikahan)
dilaksanakan untuk membangun rasa syukur, mempertahankan nilai-nilai
sosial dan spiritual yang tinggi. Setiap orang tua di Rokan Hulu selalu
bercita-cita, berniat, dan bernazar untuk melaksanakan upacara adat
upah-upah ini sejak sang anak masih kecil. Tujuan utama dari upacara
upah-upah ini adalah untuk meningkatkan rasa syukur terhadap apa yang
telah diberikan Allah SWT kepada para keluarga.
Copy the BEST Traders and Make Money :
http://bit.ly/fxzulu
UPACARA ADAT UPAH-UPAH
MASYARAKAT MELAYU di ROKAN HULU
Erna Wahyuni/PBM/ F-B
Upacara upah-upah adalah upacara adat di kabupaten Rokan
Hulu, Provinsi Riau, yang bertujuan untuk mengembalikan Tondi kebadan.
Tondi tersebut diyakini sebagai aspek kejiwaan manusia yang mempengaruhi
semangat dan kematangan psikologis individu.
1. Asal-usul
Upacara adat upah-upah adalah salah satu upacara adat yang ada di Rokan
Hulu, provinsi Riau. Ditinjau dari tujuan pelaksanaan upah-upah, upacara
adat tersebut mengembalikan tondi(semangat, spirit) kebadan seseorang
atau beberapa orang melalui lantunan kata pemberi semangat dan
nasihat.(Irwan efendy et al,2008)
Pada dasarnya upacara adat upah-upah merupakan akulturasi budaya
Tapanuli Selatan dan Riau. Letak geografis Rokan Hulu yang terletak di
00 25' 20 derajat LU – 010 25' 41 derajat LU dan 1000 02' 56 derajat –
1000 56' 59 derajat BT dengan luas 7.449,85 km2 cukup berdekatan dengan
wilayah Sumatera Utara, yaitu berbatasan dengan kabupaten Tapanuli
Selatan pada wilayah utara. Hal itu memicu perpindahan masyarakat
Tapanuli Selatan ke wilayah Pasir Pengaraian untuk bermukim disana
selama beberapa decade terakhir. Akhirnya perpindahan budaya tersebut
menciptakan akulturasi budaya yang menarik.
Produk budaya upacara adat upah-upah yang tetap dilaksanakan oleh
masyarakat pendatang dari Tapanuli Selatan dan berbaur dengan penduduk
setempat mengakibatkan penerapan budaya upah-upah tetap lestari dan
mengalami perubahan yang unik, baik dari sisi tata laksana maupun
bahan-bahan yang digunakan. Akan tetapi tujuan utama dari upacara
upah-upah yang saat ini telah menjadi bagian dari budaya Riau masih sama
dengan upacara upah-upah yang ada di Tapanuli Selatan , yaitu
mengembalikan tondi kebadan individu atau kelompok orang yang diberikan
upah-upah. Inilah salah satu bukti keterbukaan masyarakat melayu Riau,
khususnya masyarakat Rokan Hulu, terhadap masuknya budaya lain yang di
anggap positif mempengaruhi kualitas pribadi dan kelompok mereka.
Istilah tondi berasal dari wilayah Tapanuli Selatan, Sumatra Utara
berpadan makna dengan beberapa istilah dalam bahasa Indonesia yang
mencakup kata semangat, tenaga, dan kekuatan yang bersikap psikologis.
Seiring dengan itu, beberapa pakar memiliki persamaan pendapat tentang
pembahasan makna tondi ini. Pajung Bangun (dalam Koentjaraningrat, 2002)
mengatakan tondi itu merupakan kekuatan yang member hidup pada bayi.
Tondi merupakan kekuatan, tenaga, semangat jiwa yang memelihara
ketegaran rohani dan jasmani agar tetap seimbang, kukuh, keras dan
menjaga harmoni kehidupan setiap individu. Tondi dapat mengembara
sesukanya dan bahkan boleh jadi bertemu dan bergabung dengan roh jahat.
Dalam keadaan ketakutan yang mendadak misalnya diserang harimau di
hutan, tondi juga bisa meninggalkan badan(Parsadaan Marga Harahap Dohot
Boruna, 1993).
Menurut Efendy et al. (2008:3), upacara adat upah-upah biasanya diiringi
dengan kenduri kecil maupun besar yang diiringi dengan doa selamat.
Berdasarkan fungsi dan tujuannya, upah-upah dapat dibagi menjadi empat
jenis, yaitu:
1. Upah-upah hajat tercapai, yaitu upah-upah yang dilaksanakan
sebagai wujud rasa syukur karena cita-cita, harapan, ataupun permintaan
tercapai. Misalnya upah-upah kepada anak yang telah lulus sekolah atau
telah mendapat pekerjaan.
2. Upah-upah sembuh sakit, yaitu upah-upah yang dilaksanakan
sebagai wujud rasa syukur karena harapan telah sembuh dari penyakit
telah tercapai. Upah-upah seperti ini biasanya dilaksanakan oleh
seseorang yang telah sembuh dari penyakit kronis tertentu.
3. Upah-upah selamat, yaitu upah-upah yang dilaksanakan sebagai
wujud rasa syukur karena selamat dalam suatu musibah alam atau gangguan
orang. Misalnya upah-upah bagi seseorang yang selamat dari musibah
terhanyut dari sungai saat banjir besar.
4. Upah-upah khusus, yaitu upah-upah yang dilaksanakan seseorang
melalui fase kehidupan tertentu. Misalnya upah-upah bagi seseorang yang
dikhitan, dinikahkan atau memangku suatu jabatan tertentu.
Pada tahap pelaksanaan upacara upah-upah tersebut, diperlukan tata
laksana, bahan-bahan dan peralatan tertentu yang memiliki simbol dan
makna tertentu.
2. Peralatan dan Bahan-bahan
bahan yang digunakan untuk menyusun perayaan upah-upah relative beragam,
tergantung faktor daerah, budaya, dan orang yang menyusun dan
menyampaikan hajat tersebujt. Kadang-kadang upah-upah yang dilaksanakan
pada waktu yang sama dan kampung yang sama memiliki bahan penyhajian
yang berbeda(Efendy et.al, 2008)
Efendy mengatakan bahwa berdasarkan bahan yang digunakan dalam upacra
upah-upah penyajian hidangan tersebut dapat dibagi menjadi tiga
tingkatan, yaitu upah-upah biasa, upah-upah lengkap, dan upah-upah
sangat lengkap. Tingkatan ini berkaitan dengan niat atau nazar yang
telah diucapkan dan kemampuan yang mempunyai hajat, bukan didasarkan
pada tujuan dan manfaatnya karena setiap upah-upah memiliki tujuan
mengembalikan tondi ke badan.
Berkaitan dengan pembagian tiga jenis bahan upah-upah ditinjau dari
bahan yang digunakan, berikut ini adalah pemaparannya
1. Upah-upah biasa, bahan-bahannya adalah sebagai berikut.
· Ayam panggang
· Hati ayam yang dipanggang
· Telur ayam rebus yang telah dikupas
· Udang yang telah di pais/direbus/digoreng
· Beras kunyit
· Nasi pulut kunyit
· Sayur-mayur
2. Upah-upah lengkap, bahan-bahannya adalah sebagai berikut.
· Ayam panggang
· Hati ayam yang dipanggang
· Telur ayam rebus yang telah dikupas
· Udang yang dipais/direbus/digoreng
· Beras kunyit
· Nasi pulut kunyit
· Sayur-mayur
· Gulai kepala kambing
· Bagian-bagian kambing yang dapat dimakan selai kepala
3. Upah-upah sangat lengkap,.
· Ayam panggang
· Hati ayam yang dipanggang
· Telur ayam rebus yang telah dikupas
· Udang yang dipais/direbus/digoreng
· Beras kunyit
· Nasi pulut kunyit
· Sayur-mayur
· Gulai kepala kambing
· Bagian-bagian kambing yang dapat dimakan selain kepala
· Gulai kepala kerbau
· Bagian-bagian tubuh kerbau lainnya yang dapat dimakan
Contoh penyajian hidangan jenis upah-upah lengkap
3. Tata Laksana
Efendy et al. (2008) menjelaskan tentang tata laksana upacara upah-upah
mencakup rangkaian kegiatan berikut ini.
1. Semua hadirin, termasuk pelantun upah-upah yang lazim disebut si
pengupah memasuki tempat pelaksanaan kegiatan. Umumnya mereka duduk
membentuk lingkaran atau persegi panjang. Upacara biasanya diadakan di
dalam ruangan atau dib alai-balai.
2. Kemudian orang yang akan di upah diminta duduk bersila
ditengah-tengah lingkaran atau mengambil bagian lingkaran dengan
menghadap para hadirin.
3. Bahan upah-upah yang telah dipersiapkan diletakan di depan orang
yang aka di upah-upah dengan ditutup kain selendang.
4. Bila upah-upah masuk dalam perhelatan besar maka prosesinya
dipimpin oleh seorang protocol. Namun apabila upacara ini dalam kategori
kecil maka upacara akan dipimpin oleh si pelantun upah-upah.
5. Acara dibuka oleh protokol, kemudian orang yang punya rumah
memberikan kata sambutan mengenai maksud diadakannya upah-upah ini.
6. Berikutnya adalah acara inti, yaitu penyampaian kalimat
upah-upah. Si pengupah mengambil posisi duduk atau berdiri berhadapan
dengan orang yang akan di upah, dan bahan upah-upah ada diantara mereka.
Sambil berdiri si pengupah mengangkat talam atau wadah tempat
upah-upah keatas kepala atau di depan orang yang akan di upah-upah.
Namun apabila berupa upah-upah lengkap atau sangat lengkap cukupdibuka
saja karena terlalu gelap untuk diangkat.
7. Terakhir, si pengupah melantunkan kata-kata upahannya.
4. Doa
Doa dalam memberikan hidangan upah-upah berbentuk sajak atau bait-bait
yang bermakna dan nilai sastra berupa metafora, pantun, dan nilai moral.
Berikut ini adalah contoh bait doa dari pengupah yang dibacakan kepada
orang yang di upah-upah(Efendy et al, 2008)
Bismillahirrohmanirrohiim kami ucapkan
Rahmat Allah senantiasa kita pintakan
Menyampaikan niat serta hajat di dalam
Itulah niat mengupah-upah anak menantu dambaan
Sudah terselip dihati ibu dan ayah
Menyampaikan niat melaksanakan upah-upah
Niat terkandung lamalah sudah
Baru sekarang beroleh izin Allah
Maka pada hari ini ada hajat di dalam hati
Ada niat yang belum terlaksanai
Untuk mengupah-upah anak menantu kita ini
Akan kita lepas kelautan lepas tiada bertepi
Supaya mereka tidak melanggar pantang
Supaya mereka tidak terlanda adat
Supaya mereka tidak disia-siakan orang
Upah-upah dilantunkan bekal tak tersukat
Rumpunnya rindang si pohon tebu
Rumput dedap dipenuhi benalu
Kaum family yang duduk bersimpuh
Ampun dan maaf karena pinta selalu
Batang nipah rapi ditanamkan
Nipah ditanam tambatan perahu
Kata pengupah yang disampaikan
Mengupah-upah anak serta menantu
Nipah ditanam tambatan perahu
Kerabat dating menyepuh bersih perunggu
Mengupah anak serta menantu
Selamatlah nian menempuh hidup baru
5. Nilai-nilai
Ada banyak nilai yang terkandung dalam upacara adat upah-upah ini.
Selain fungsi paulak tondi tu badan (memanggil tondi ke badan) upacara
upah-upah juga memiliki fungsi nasihat, doa dan harapan. Berikut adalah
nilai-nilai yang dapat diambil dari setiap nilai dan manfaat dari
upacara adat upah-upah(Efendy et al,2008)
1. Nasihat
Nasihat secara khusus diberikan kepada orang yang di upah-upah. Selain
itu para hadirin yang hadir turut serta dalam merasakan dampak dari
nasihat tersebut.
2. Nilai doa
Kata dalam upah-upah sarat dengan doa kepada Allah SWT. Doa tersebut
berisi permohonan kesehatan, keselamatan, kebahagiaan dan kejayaan bagi
orang yang di upah-upah, teman, dan para hadirin
3. Mempererat silaturahmi
Persiapaan dan prosesi upah-upah sarat dengan gotong-royong sehingga
memupuk sikap persaudaraan yang tinggi diantara anggota masyarakat.
4. Memupuk rasa syukur
Dalam upacara upah-upah terkandung pula makna pemupukan rasa syukur,
ingat dan tawakal kepada Allah SWT.
5. Pengembalian dan elaborasi spirit
Upah-upah bermanfaat dan dapat dipahami secara ilmiah sebagai sugesti
atau dorongan spiritual terhadap orang atau sekelompok orang. Dampaknya
akan terlihat apabila peserta benar-benar mengerti, menghayati, serta
merasa menjadi bagian dari upah-upah tersebut sehingga melahirkan
semangat dalam mengarungi hidup.
Berkaitan dengan pandangan diatas, salah satu penelitian pernah
membuktikan dampak positif dari tradisi upah-upah terhadap pasangan
pernikahan. Berdasarkan hasil penelitian Bahril Hidayat(2006), upacara
adat upah-upah pada pasangan pernikahan di Tapanuli Selatan juga
memiliki dampak atau pengaruh penting bagi kematangan psikologis pada
pasangan pernikahan atau pengantin.
6. Penutup
Upacara adat upah-upah adalah salah satu upacara adat di Rokan Hulu,
Provinsi Riau. Upacara ini bertujuan untuk mengembalikan tondi ke badan
sekaligus mengandung ungkapan-ungkapan metafora yang bermakna doa,
harapan dan nasihat terhadap orang atau sekelompok orang yang di
upah-upah.
Pelaksanaan upacara adat upah-upah memiliki banyak jenis, namun
upah-upah memasuki hidup baru(diberikan kepada pasangan pernikahan)
dilaksanakan untuk membangun rasa syukur, mempertahankan nilai-nilai
sosial dan spiritual yang tinggi. Setiap orang tua di Rokan Hulu selalu
bercita-cita, berniat, dan bernazar untuk melaksanakan upacara adat
upah-upah ini sejak sang anak masih kecil. Tujuan utama dari upacara
upah-upah ini adalah untuk meningkatkan rasa syukur terhadap apa yang
telah diberikan Allah SWT kepada para keluarga.
Copy the BEST Traders and Make Money :
http://bit.ly/fxzulu
UPACARA ADAT UPAH-UPAH
MASYARAKAT MELAYU di ROKAN HULU
Erna Wahyuni/PBM/ F-B
Upacara upah-upah adalah upacara adat di kabupaten Rokan
Hulu, Provinsi Riau, yang bertujuan untuk mengembalikan Tondi kebadan.
Tondi tersebut diyakini sebagai aspek kejiwaan manusia yang mempengaruhi
semangat dan kematangan psikologis individu.
1. Asal-usul
Upacara adat upah-upah adalah salah satu upacara adat yang ada di Rokan
Hulu, provinsi Riau. Ditinjau dari tujuan pelaksanaan upah-upah, upacara
adat tersebut mengembalikan tondi(semangat, spirit) kebadan seseorang
atau beberapa orang melalui lantunan kata pemberi semangat dan
nasihat.(Irwan efendy et al,2008)
Pada dasarnya upacara adat upah-upah merupakan akulturasi budaya
Tapanuli Selatan dan Riau. Letak geografis Rokan Hulu yang terletak di
00 25' 20 derajat LU – 010 25' 41 derajat LU dan 1000 02' 56 derajat –
1000 56' 59 derajat BT dengan luas 7.449,85 km2 cukup berdekatan dengan
wilayah Sumatera Utara, yaitu berbatasan dengan kabupaten Tapanuli
Selatan pada wilayah utara. Hal itu memicu perpindahan masyarakat
Tapanuli Selatan ke wilayah Pasir Pengaraian untuk bermukim disana
selama beberapa decade terakhir. Akhirnya perpindahan budaya tersebut
menciptakan akulturasi budaya yang menarik.
Produk budaya upacara adat upah-upah yang tetap dilaksanakan oleh
masyarakat pendatang dari Tapanuli Selatan dan berbaur dengan penduduk
setempat mengakibatkan penerapan budaya upah-upah tetap lestari dan
mengalami perubahan yang unik, baik dari sisi tata laksana maupun
bahan-bahan yang digunakan. Akan tetapi tujuan utama dari upacara
upah-upah yang saat ini telah menjadi bagian dari budaya Riau masih sama
dengan upacara upah-upah yang ada di Tapanuli Selatan , yaitu
mengembalikan tondi kebadan individu atau kelompok orang yang diberikan
upah-upah. Inilah salah satu bukti keterbukaan masyarakat melayu Riau,
khususnya masyarakat Rokan Hulu, terhadap masuknya budaya lain yang di
anggap positif mempengaruhi kualitas pribadi dan kelompok mereka.
Istilah tondi berasal dari wilayah Tapanuli Selatan, Sumatra Utara
berpadan makna dengan beberapa istilah dalam bahasa Indonesia yang
mencakup kata semangat, tenaga, dan kekuatan yang bersikap psikologis.
Seiring dengan itu, beberapa pakar memiliki persamaan pendapat tentang
pembahasan makna tondi ini. Pajung Bangun (dalam Koentjaraningrat, 2002)
mengatakan tondi itu merupakan kekuatan yang member hidup pada bayi.
Tondi merupakan kekuatan, tenaga, semangat jiwa yang memelihara
ketegaran rohani dan jasmani agar tetap seimbang, kukuh, keras dan
menjaga harmoni kehidupan setiap individu. Tondi dapat mengembara
sesukanya dan bahkan boleh jadi bertemu dan bergabung dengan roh jahat.
Dalam keadaan ketakutan yang mendadak misalnya diserang harimau di
hutan, tondi juga bisa meninggalkan badan(Parsadaan Marga Harahap Dohot
Boruna, 1993).
Menurut Efendy et al. (2008:3), upacara adat upah-upah biasanya diiringi
dengan kenduri kecil maupun besar yang diiringi dengan doa selamat.
Berdasarkan fungsi dan tujuannya, upah-upah dapat dibagi menjadi empat
jenis, yaitu:
1. Upah-upah hajat tercapai, yaitu upah-upah yang dilaksanakan
sebagai wujud rasa syukur karena cita-cita, harapan, ataupun permintaan
tercapai. Misalnya upah-upah kepada anak yang telah lulus sekolah atau
telah mendapat pekerjaan.
2. Upah-upah sembuh sakit, yaitu upah-upah yang dilaksanakan
sebagai wujud rasa syukur karena harapan telah sembuh dari penyakit
telah tercapai. Upah-upah seperti ini biasanya dilaksanakan oleh
seseorang yang telah sembuh dari penyakit kronis tertentu.
3. Upah-upah selamat, yaitu upah-upah yang dilaksanakan sebagai
wujud rasa syukur karena selamat dalam suatu musibah alam atau gangguan
orang. Misalnya upah-upah bagi seseorang yang selamat dari musibah
terhanyut dari sungai saat banjir besar.
4. Upah-upah khusus, yaitu upah-upah yang dilaksanakan seseorang
melalui fase kehidupan tertentu. Misalnya upah-upah bagi seseorang yang
dikhitan, dinikahkan atau memangku suatu jabatan tertentu.
Pada tahap pelaksanaan upacara upah-upah tersebut, diperlukan tata
laksana, bahan-bahan dan peralatan tertentu yang memiliki simbol dan
makna tertentu.
2. Peralatan dan Bahan-bahan
bahan yang digunakan untuk menyusun perayaan upah-upah relative beragam,
tergantung faktor daerah, budaya, dan orang yang menyusun dan
menyampaikan hajat tersebujt. Kadang-kadang upah-upah yang dilaksanakan
pada waktu yang sama dan kampung yang sama memiliki bahan penyhajian
yang berbeda(Efendy et.al, 2008)
Efendy mengatakan bahwa berdasarkan bahan yang digunakan dalam upacra
upah-upah penyajian hidangan tersebut dapat dibagi menjadi tiga
tingkatan, yaitu upah-upah biasa, upah-upah lengkap, dan upah-upah
sangat lengkap. Tingkatan ini berkaitan dengan niat atau nazar yang
telah diucapkan dan kemampuan yang mempunyai hajat, bukan didasarkan
pada tujuan dan manfaatnya karena setiap upah-upah memiliki tujuan
mengembalikan tondi ke badan.
Berkaitan dengan pembagian tiga jenis bahan upah-upah ditinjau dari
bahan yang digunakan, berikut ini adalah pemaparannya
1. Upah-upah biasa, bahan-bahannya adalah sebagai berikut.
· Ayam panggang
· Hati ayam yang dipanggang
· Telur ayam rebus yang telah dikupas
· Udang yang telah di pais/direbus/digoreng
· Beras kunyit
· Nasi pulut kunyit
· Sayur-mayur
2. Upah-upah lengkap, bahan-bahannya adalah sebagai berikut.
· Ayam panggang
· Hati ayam yang dipanggang
· Telur ayam rebus yang telah dikupas
· Udang yang dipais/direbus/digoreng
· Beras kunyit
· Nasi pulut kunyit
· Sayur-mayur
· Gulai kepala kambing
· Bagian-bagian kambing yang dapat dimakan selai kepala
3. Upah-upah sangat lengkap,.
· Ayam panggang
· Hati ayam yang dipanggang
· Telur ayam rebus yang telah dikupas
· Udang yang dipais/direbus/digoreng
· Beras kunyit
· Nasi pulut kunyit
· Sayur-mayur
· Gulai kepala kambing
· Bagian-bagian kambing yang dapat dimakan selain kepala
· Gulai kepala kerbau
· Bagian-bagian tubuh kerbau lainnya yang dapat dimakan
Contoh penyajian hidangan jenis upah-upah lengkap
3. Tata Laksana
Efendy et al. (2008) menjelaskan tentang tata laksana upacara upah-upah
mencakup rangkaian kegiatan berikut ini.
1. Semua hadirin, termasuk pelantun upah-upah yang lazim disebut si
pengupah memasuki tempat pelaksanaan kegiatan. Umumnya mereka duduk
membentuk lingkaran atau persegi panjang. Upacara biasanya diadakan di
dalam ruangan atau dib alai-balai.
2. Kemudian orang yang akan di upah diminta duduk bersila
ditengah-tengah lingkaran atau mengambil bagian lingkaran dengan
menghadap para hadirin.
3. Bahan upah-upah yang telah dipersiapkan diletakan di depan orang
yang aka di upah-upah dengan ditutup kain selendang.
4. Bila upah-upah masuk dalam perhelatan besar maka prosesinya
dipimpin oleh seorang protocol. Namun apabila upacara ini dalam kategori
kecil maka upacara akan dipimpin oleh si pelantun upah-upah.
5. Acara dibuka oleh protokol, kemudian orang yang punya rumah
memberikan kata sambutan mengenai maksud diadakannya upah-upah ini.
6. Berikutnya adalah acara inti, yaitu penyampaian kalimat
upah-upah. Si pengupah mengambil posisi duduk atau berdiri berhadapan
dengan orang yang akan di upah, dan bahan upah-upah ada diantara mereka.
Sambil berdiri si pengupah mengangkat talam atau wadah tempat
upah-upah keatas kepala atau di depan orang yang akan di upah-upah.
Namun apabila berupa upah-upah lengkap atau sangat lengkap cukupdibuka
saja karena terlalu gelap untuk diangkat.
7. Terakhir, si pengupah melantunkan kata-kata upahannya.
4. Doa
Doa dalam memberikan hidangan upah-upah berbentuk sajak atau bait-bait
yang bermakna dan nilai sastra berupa metafora, pantun, dan nilai moral.
Berikut ini adalah contoh bait doa dari pengupah yang dibacakan kepada
orang yang di upah-upah(Efendy et al, 2008)
Bismillahirrohmanirrohiim kami ucapkan
Rahmat Allah senantiasa kita pintakan
Menyampaikan niat serta hajat di dalam
Itulah niat mengupah-upah anak menantu dambaan
Sudah terselip dihati ibu dan ayah
Menyampaikan niat melaksanakan upah-upah
Niat terkandung lamalah sudah
Baru sekarang beroleh izin Allah
Maka pada hari ini ada hajat di dalam hati
Ada niat yang belum terlaksanai
Untuk mengupah-upah anak menantu kita ini
Akan kita lepas kelautan lepas tiada bertepi
Supaya mereka tidak melanggar pantang
Supaya mereka tidak terlanda adat
Supaya mereka tidak disia-siakan orang
Upah-upah dilantunkan bekal tak tersukat
Rumpunnya rindang si pohon tebu
Rumput dedap dipenuhi benalu
Kaum family yang duduk bersimpuh
Ampun dan maaf karena pinta selalu
Batang nipah rapi ditanamkan
Nipah ditanam tambatan perahu
Kata pengupah yang disampaikan
Mengupah-upah anak serta menantu
Nipah ditanam tambatan perahu
Kerabat dating menyepuh bersih perunggu
Mengupah anak serta menantu
Selamatlah nian menempuh hidup baru
5. Nilai-nilai
Ada banyak nilai yang terkandung dalam upacara adat upah-upah ini.
Selain fungsi paulak tondi tu badan (memanggil tondi ke badan) upacara
upah-upah juga memiliki fungsi nasihat, doa dan harapan. Berikut adalah
nilai-nilai yang dapat diambil dari setiap nilai dan manfaat dari
upacara adat upah-upah(Efendy et al,2008)
1. Nasihat
Nasihat secara khusus diberikan kepada orang yang di upah-upah. Selain
itu para hadirin yang hadir turut serta dalam merasakan dampak dari
nasihat tersebut.
2. Nilai doa
Kata dalam upah-upah sarat dengan doa kepada Allah SWT. Doa tersebut
berisi permohonan kesehatan, keselamatan, kebahagiaan dan kejayaan bagi
orang yang di upah-upah, teman, dan para hadirin
3. Mempererat silaturahmi
Persiapaan dan prosesi upah-upah sarat dengan gotong-royong sehingga
memupuk sikap persaudaraan yang tinggi diantara anggota masyarakat.
4. Memupuk rasa syukur
Dalam upacara upah-upah terkandung pula makna pemupukan rasa syukur,
ingat dan tawakal kepada Allah SWT.
5. Pengembalian dan elaborasi spirit
Upah-upah bermanfaat dan dapat dipahami secara ilmiah sebagai sugesti
atau dorongan spiritual terhadap orang atau sekelompok orang. Dampaknya
akan terlihat apabila peserta benar-benar mengerti, menghayati, serta
merasa menjadi bagian dari upah-upah tersebut sehingga melahirkan
semangat dalam mengarungi hidup.
Berkaitan dengan pandangan diatas, salah satu penelitian pernah
membuktikan dampak positif dari tradisi upah-upah terhadap pasangan
pernikahan. Berdasarkan hasil penelitian Bahril Hidayat(2006), upacara
adat upah-upah pada pasangan pernikahan di Tapanuli Selatan juga
memiliki dampak atau pengaruh penting bagi kematangan psikologis pada
pasangan pernikahan atau pengantin.
6. Penutup
Upacara adat upah-upah adalah salah satu upacara adat di Rokan Hulu,
Provinsi Riau. Upacara ini bertujuan untuk mengembalikan tondi ke badan
sekaligus mengandung ungkapan-ungkapan metafora yang bermakna doa,
harapan dan nasihat terhadap orang atau sekelompok orang yang di
upah-upah.
Pelaksanaan upacara adat upah-upah memiliki banyak jenis, namun
upah-upah memasuki hidup baru(diberikan kepada pasangan pernikahan)
dilaksanakan untuk membangun rasa syukur, mempertahankan nilai-nilai
sosial dan spiritual yang tinggi. Setiap orang tua di Rokan Hulu selalu
bercita-cita, berniat, dan bernazar untuk melaksanakan upacara adat
upah-upah ini sejak sang anak masih kecil. Tujuan utama dari upacara
upah-upah ini adalah untuk meningkatkan rasa syukur terhadap apa yang
telah diberikan Allah SWT kepada para keluarga.
Copy the BEST Traders and Make Money :
http://bit.ly/fxzulu
UPACARA ADAT UPAH-UPAH
MASYARAKAT MELAYU di ROKAN HULU
Erna Wahyuni/PBM/ F-B
Upacara upah-upah adalah upacara adat di kabupaten Rokan
Hulu, Provinsi Riau, yang bertujuan untuk mengembalikan Tondi kebadan.
Tondi tersebut diyakini sebagai aspek kejiwaan manusia yang mempengaruhi
semangat dan kematangan psikologis individu.
1. Asal-usul
Upacara adat upah-upah adalah salah satu upacara adat yang ada di Rokan
Hulu, provinsi Riau. Ditinjau dari tujuan pelaksanaan upah-upah, upacara
adat tersebut mengembalikan tondi(semangat, spirit) kebadan seseorang
atau beberapa orang melalui lantunan kata pemberi semangat dan
nasihat.(Irwan efendy et al,2008)
Pada dasarnya upacara adat upah-upah merupakan akulturasi budaya
Tapanuli Selatan dan Riau. Letak geografis Rokan Hulu yang terletak di
00 25' 20 derajat LU – 010 25' 41 derajat LU dan 1000 02' 56 derajat –
1000 56' 59 derajat BT dengan luas 7.449,85 km2 cukup berdekatan dengan
wilayah Sumatera Utara, yaitu berbatasan dengan kabupaten Tapanuli
Selatan pada wilayah utara. Hal itu memicu perpindahan masyarakat
Tapanuli Selatan ke wilayah Pasir Pengaraian untuk bermukim disana
selama beberapa decade terakhir. Akhirnya perpindahan budaya tersebut
menciptakan akulturasi budaya yang menarik.
Produk budaya upacara adat upah-upah yang tetap dilaksanakan oleh
masyarakat pendatang dari Tapanuli Selatan dan berbaur dengan penduduk
setempat mengakibatkan penerapan budaya upah-upah tetap lestari dan
mengalami perubahan yang unik, baik dari sisi tata laksana maupun
bahan-bahan yang digunakan. Akan tetapi tujuan utama dari upacara
upah-upah yang saat ini telah menjadi bagian dari budaya Riau masih sama
dengan upacara upah-upah yang ada di Tapanuli Selatan , yaitu
mengembalikan tondi kebadan individu atau kelompok orang yang diberikan
upah-upah. Inilah salah satu bukti keterbukaan masyarakat melayu Riau,
khususnya masyarakat Rokan Hulu, terhadap masuknya budaya lain yang di
anggap positif mempengaruhi kualitas pribadi dan kelompok mereka.
Istilah tondi berasal dari wilayah Tapanuli Selatan, Sumatra Utara
berpadan makna dengan beberapa istilah dalam bahasa Indonesia yang
mencakup kata semangat, tenaga, dan kekuatan yang bersikap psikologis.
Seiring dengan itu, beberapa pakar memiliki persamaan pendapat tentang
pembahasan makna tondi ini. Pajung Bangun (dalam Koentjaraningrat, 2002)
mengatakan tondi itu merupakan kekuatan yang member hidup pada bayi.
Tondi merupakan kekuatan, tenaga, semangat jiwa yang memelihara
ketegaran rohani dan jasmani agar tetap seimbang, kukuh, keras dan
menjaga harmoni kehidupan setiap individu. Tondi dapat mengembara
sesukanya dan bahkan boleh jadi bertemu dan bergabung dengan roh jahat.
Dalam keadaan ketakutan yang mendadak misalnya diserang harimau di
hutan, tondi juga bisa meninggalkan badan(Parsadaan Marga Harahap Dohot
Boruna, 1993).
Menurut Efendy et al. (2008:3), upacara adat upah-upah biasanya diiringi
dengan kenduri kecil maupun besar yang diiringi dengan doa selamat.
Berdasarkan fungsi dan tujuannya, upah-upah dapat dibagi menjadi empat
jenis, yaitu:
1. Upah-upah hajat tercapai, yaitu upah-upah yang dilaksanakan
sebagai wujud rasa syukur karena cita-cita, harapan, ataupun permintaan
tercapai. Misalnya upah-upah kepada anak yang telah lulus sekolah atau
telah mendapat pekerjaan.
2. Upah-upah sembuh sakit, yaitu upah-upah yang dilaksanakan
sebagai wujud rasa syukur karena harapan telah sembuh dari penyakit
telah tercapai. Upah-upah seperti ini biasanya dilaksanakan oleh
seseorang yang telah sembuh dari penyakit kronis tertentu.
3. Upah-upah selamat, yaitu upah-upah yang dilaksanakan sebagai
wujud rasa syukur karena selamat dalam suatu musibah alam atau gangguan
orang. Misalnya upah-upah bagi seseorang yang selamat dari musibah
terhanyut dari sungai saat banjir besar.
4. Upah-upah khusus, yaitu upah-upah yang dilaksanakan seseorang
melalui fase kehidupan tertentu. Misalnya upah-upah bagi seseorang yang
dikhitan, dinikahkan atau memangku suatu jabatan tertentu.
Pada tahap pelaksanaan upacara upah-upah tersebut, diperlukan tata
laksana, bahan-bahan dan peralatan tertentu yang memiliki simbol dan
makna tertentu.
2. Peralatan dan Bahan-bahan
bahan yang digunakan untuk menyusun perayaan upah-upah relative beragam,
tergantung faktor daerah, budaya, dan orang yang menyusun dan
menyampaikan hajat tersebujt. Kadang-kadang upah-upah yang dilaksanakan
pada waktu yang sama dan kampung yang sama memiliki bahan penyhajian
yang berbeda(Efendy et.al, 2008)
Efendy mengatakan bahwa berdasarkan bahan yang digunakan dalam upacra
upah-upah penyajian hidangan tersebut dapat dibagi menjadi tiga
tingkatan, yaitu upah-upah biasa, upah-upah lengkap, dan upah-upah
sangat lengkap. Tingkatan ini berkaitan dengan niat atau nazar yang
telah diucapkan dan kemampuan yang mempunyai hajat, bukan didasarkan
pada tujuan dan manfaatnya karena setiap upah-upah memiliki tujuan
mengembalikan tondi ke badan.
Berkaitan dengan pembagian tiga jenis bahan upah-upah ditinjau dari
bahan yang digunakan, berikut ini adalah pemaparannya
1. Upah-upah biasa, bahan-bahannya adalah sebagai berikut.
· Ayam panggang
· Hati ayam yang dipanggang
· Telur ayam rebus yang telah dikupas
· Udang yang telah di pais/direbus/digoreng
· Beras kunyit
· Nasi pulut kunyit
· Sayur-mayur
2. Upah-upah lengkap, bahan-bahannya adalah sebagai berikut.
· Ayam panggang
· Hati ayam yang dipanggang
· Telur ayam rebus yang telah dikupas
· Udang yang dipais/direbus/digoreng
· Beras kunyit
· Nasi pulut kunyit
· Sayur-mayur
· Gulai kepala kambing
· Bagian-bagian kambing yang dapat dimakan selai kepala
3. Upah-upah sangat lengkap,.
· Ayam panggang
· Hati ayam yang dipanggang
· Telur ayam rebus yang telah dikupas
· Udang yang dipais/direbus/digoreng
· Beras kunyit
· Nasi pulut kunyit
· Sayur-mayur
· Gulai kepala kambing
· Bagian-bagian kambing yang dapat dimakan selain kepala
· Gulai kepala kerbau
· Bagian-bagian tubuh kerbau lainnya yang dapat dimakan
Contoh penyajian hidangan jenis upah-upah lengkap
3. Tata Laksana
Efendy et al. (2008) menjelaskan tentang tata laksana upacara upah-upah
mencakup rangkaian kegiatan berikut ini.
1. Semua hadirin, termasuk pelantun upah-upah yang lazim disebut si
pengupah memasuki tempat pelaksanaan kegiatan. Umumnya mereka duduk
membentuk lingkaran atau persegi panjang. Upacara biasanya diadakan di
dalam ruangan atau dib alai-balai.
2. Kemudian orang yang akan di upah diminta duduk bersila
ditengah-tengah lingkaran atau mengambil bagian lingkaran dengan
menghadap para hadirin.
3. Bahan upah-upah yang telah dipersiapkan diletakan di depan orang
yang aka di upah-upah dengan ditutup kain selendang.
4. Bila upah-upah masuk dalam perhelatan besar maka prosesinya
dipimpin oleh seorang protocol. Namun apabila upacara ini dalam kategori
kecil maka upacara akan dipimpin oleh si pelantun upah-upah.
5. Acara dibuka oleh protokol, kemudian orang yang punya rumah
memberikan kata sambutan mengenai maksud diadakannya upah-upah ini.
6. Berikutnya adalah acara inti, yaitu penyampaian kalimat
upah-upah. Si pengupah mengambil posisi duduk atau berdiri berhadapan
dengan orang yang akan di upah, dan bahan upah-upah ada diantara mereka.
Sambil berdiri si pengupah mengangkat talam atau wadah tempat
upah-upah keatas kepala atau di depan orang yang akan di upah-upah.
Namun apabila berupa upah-upah lengkap atau sangat lengkap cukupdibuka
saja karena terlalu gelap untuk diangkat.
7. Terakhir, si pengupah melantunkan kata-kata upahannya.
4. Doa
Doa dalam memberikan hidangan upah-upah berbentuk sajak atau bait-bait
yang bermakna dan nilai sastra berupa metafora, pantun, dan nilai moral.
Berikut ini adalah contoh bait doa dari pengupah yang dibacakan kepada
orang yang di upah-upah(Efendy et al, 2008)
Bismillahirrohmanirrohiim kami ucapkan
Rahmat Allah senantiasa kita pintakan
Menyampaikan niat serta hajat di dalam
Itulah niat mengupah-upah anak menantu dambaan
Sudah terselip dihati ibu dan ayah
Menyampaikan niat melaksanakan upah-upah
Niat terkandung lamalah sudah
Baru sekarang beroleh izin Allah
Maka pada hari ini ada hajat di dalam hati
Ada niat yang belum terlaksanai
Untuk mengupah-upah anak menantu kita ini
Akan kita lepas kelautan lepas tiada bertepi
Supaya mereka tidak melanggar pantang
Supaya mereka tidak terlanda adat
Supaya mereka tidak disia-siakan orang
Upah-upah dilantunkan bekal tak tersukat
Rumpunnya rindang si pohon tebu
Rumput dedap dipenuhi benalu
Kaum family yang duduk bersimpuh
Ampun dan maaf karena pinta selalu
Batang nipah rapi ditanamkan
Nipah ditanam tambatan perahu
Kata pengupah yang disampaikan
Mengupah-upah anak serta menantu
Nipah ditanam tambatan perahu
Kerabat dating menyepuh bersih perunggu
Mengupah anak serta menantu
Selamatlah nian menempuh hidup baru
5. Nilai-nilai
Ada banyak nilai yang terkandung dalam upacara adat upah-upah ini.
Selain fungsi paulak tondi tu badan (memanggil tondi ke badan) upacara
upah-upah juga memiliki fungsi nasihat, doa dan harapan. Berikut adalah
nilai-nilai yang dapat diambil dari setiap nilai dan manfaat dari
upacara adat upah-upah(Efendy et al,2008)
1. Nasihat
Nasihat secara khusus diberikan kepada orang yang di upah-upah. Selain
itu para hadirin yang hadir turut serta dalam merasakan dampak dari
nasihat tersebut.
2. Nilai doa
Kata dalam upah-upah sarat dengan doa kepada Allah SWT. Doa tersebut
berisi permohonan kesehatan, keselamatan, kebahagiaan dan kejayaan bagi
orang yang di upah-upah, teman, dan para hadirin
3. Mempererat silaturahmi
Persiapaan dan prosesi upah-upah sarat dengan gotong-royong sehingga
memupuk sikap persaudaraan yang tinggi diantara anggota masyarakat.
4. Memupuk rasa syukur
Dalam upacara upah-upah terkandung pula makna pemupukan rasa syukur,
ingat dan tawakal kepada Allah SWT.
5. Pengembalian dan elaborasi spirit
Upah-upah bermanfaat dan dapat dipahami secara ilmiah sebagai sugesti
atau dorongan spiritual terhadap orang atau sekelompok orang. Dampaknya
akan terlihat apabila peserta benar-benar mengerti, menghayati, serta
merasa menjadi bagian dari upah-upah tersebut sehingga melahirkan
semangat dalam mengarungi hidup.
Berkaitan dengan pandangan diatas, salah satu penelitian pernah
membuktikan dampak positif dari tradisi upah-upah terhadap pasangan
pernikahan. Berdasarkan hasil penelitian Bahril Hidayat(2006), upacara
adat upah-upah pada pasangan pernikahan di Tapanuli Selatan juga
memiliki dampak atau pengaruh penting bagi kematangan psikologis pada
pasangan pernikahan atau pengantin.
6. Penutup
Upacara adat upah-upah adalah salah satu upacara adat di Rokan Hulu,
Provinsi Riau. Upacara ini bertujuan untuk mengembalikan tondi ke badan
sekaligus mengandung ungkapan-ungkapan metafora yang bermakna doa,
harapan dan nasihat terhadap orang atau sekelompok orang yang di
upah-upah.
Pelaksanaan upacara adat upah-upah memiliki banyak jenis, namun
upah-upah memasuki hidup baru(diberikan kepada pasangan pernikahan)
dilaksanakan untuk membangun rasa syukur, mempertahankan nilai-nilai
sosial dan spiritual yang tinggi. Setiap orang tua di Rokan Hulu selalu
bercita-cita, berniat, dan bernazar untuk melaksanakan upacara adat
upah-upah ini sejak sang anak masih kecil. Tujuan utama dari upacara
upah-upah ini adalah untuk meningkatkan rasa syukur terhadap apa yang
telah diberikan Allah SWT kepada para keluarga.
Copy the BEST Traders and Make Money :
http://bit.ly/fxzulu