WISATA DIROKAN HULU
BY : ERWIN NOGORI
- Air Terjun Aek Mertua
Air Terjun Aek Martua ini memiliki keunikan dan
keistimewaan tersendiri karena memiliki beberapa tingkat, sehingga sering pula
disebut Air Terjun Tangga Seribu. Air terjun ini terletak di kawasan
dataran tinggi pegunungan Bukit Barisan. Nama Aek Martua ini adalah nama
sebuah sungai di mana air terjun ini berada dan berasal dari bahasa suku
Mandailing yang artinya adalah Air Bertuah.
- Museum Kupu-Kupu
Museum Kupu – Kupu ini merupakan objek wisata
pendidikan yang ada di Rokan Hulu. Pendirian Museum Kupu – Kupu ini ditujukan
untuk pendidikan dan penelitian tentang kupu – kupu yang ada di Sekitar Areal
Museum dan Seluruh Rokan Hulu. Museum Kupu – Kupu adalah pusat penangkaran
kupu-kupu yang diklaim merupakan satu-satunya penangkaran kupu-kupu di Sumatra.
Penangkaran ini berada di objek wisata air panas bumi Hapanasan, Desa Kaiti,
Kecamatan Rambah. Tentunya, dengan adanya penangkaran tersebut, objek wisata
ini kian menambah potensi wisata unggulan di bumi seribu suluk (sebutan lain
Rohul). Berjarak sekitar sembilan kilometer dari taman kota Pasir Pengaraian,
objek wisata diyakini akan mampu meningkat kunjungan wisata ke daerah tersebut.
Dengan adanya pusat informasi dan penangkaran kupu-kupu itu, setidaknya
Pemerintah Rohul cukup serius dalam mengembangkan objek wisatanya sekaligus
melestarikan alam dan lingkungan. Di gedung ini juga terdapat data dinding
dalam bentuk visual penelitian mulai sejak tahun 2003.
- Cipogas (Bendungan Kaiti)
Bendungan Kaiti terdapat batu-batuan yang besar dengan
aliran sungai dari kaki Bukit Haorpit yang terjal dan berbatu, konon dahulu
kala tempat petua-petua melakukan semedi/pertapaan. Daerah ini memiliki
cerita/dongeng yang dapat kita tanyakan kepada juru kunci daerah ini. Daerah
Sipogas dan Bendungan Kaiti dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua sekitar 4
km dari Pasir Pengaraian serta bersimpangan dengan objek Air Panas Hapanasan
dan Air Pawan serta Goa Huta Sikafir, disamping itu bendungan yang genangan
airnya menjadikan tempat ini cocok untuk berekreasi sambil mendayung kereta air
yang dapat disewa kepada pemilik kereta air disekitar danau, kegiatan ini lebih
cocok untuk melihat tebing batu-batu sungai sepanjang danau ke hulu sungai
Sipogas, di hulu sungai ini tidak jauh berjalan ada tebing yang terjal untuk
kegiatan panjat tebing, disini selalu dijadikan kegiatan pertandingan panjat
tebing alam yang diselenggarakan oleh FPTI.
- Rumah Batu Serombou
Terletak di desa Serombou Indah sekitar 12 km dari
jalan propinsi masuk melalui Jl. Simpang Karya Mulya, Langkitin terus melalui Jl.
Poros Karya Mukti dengan kondisi jalan dapat dilalui kendaraan roda empat pada
musim kemarau. Terdapat 3 batu berbentuk rumah secara radial menonjol keluar
seperti payung, bagian bawah menjorok berlobang, hutan dan bebatuan yang
berbentuk binatang serta benda-benda rumah yang terlihat tidak jelas dan nyata
(Gejala alam yang beraturan). Dikisahkan sebuah dongeng tentang sumpah seorang
yang sakti terhadap warga kampung yang durhaka tidak menjalankan syariat Islam
hingga satu kampung disumpah menjadi batu. Dekat daerah ini terdapat sebuah
kampung yang dahulu terisolir dari modernisasi tempat ini dikenal orang dengan
desa Tanjung Botong, dan Sekarang Daerah ini sudah maju.
- Makam Raja-Raja Rambah
Terletak di desa Kumu sekitar 9 km dari
pasirpengarayan dan masuk sekitar 100 meter dari jalan propinsi dengan kondisi
jalan semenisasi. Daerah ini adalah bekas Kompleks kerajaan Rambah yang
terakhir, terdapat beberapa makam Raja Rambah yang terkenal. Masuk ke tempat
ini berkesan suasana angker dikarenakan makam-makam telah ditumbuhi kayu-kayu
besar, ada salah satu makam raja Rambah yang dilindungi oleh urat-urat kayu ara
sehingga makam tersebut seperti terletak di dalam pangkal kayu sehingga para
peziarah melihat makam harus merunduk masuk kedalam jalinan urat kayu ara
tersebut.
- Benteng Tujuh Lapis
Setelah melihat makam kita bisa langsung melanjutkan
dengan kendaraan ke daerah Dalu-dalu Kecamatan Tambusai sekitar 23 km dari
makam raja-raja Rambah. Benteng tanah yang dibuat masyarakat dalu-dalu pada
zaman penjajahan Belanda atas petuah Tuanku Tambusai di atas bumbun tanah
ditanam bambu atau aur berduri. bekas benteng tersebut yang ditinggalkan Tuanku
Tambusai pada tanggal 28 Desember 1839. Disekitar daerah dalu-dalu ini juga
terdapat beberapa benteng-benteng yang disebut Kubu.
- Istana Rokan
(Rumah Tinggi) terletak di desa Rokan IV Koto sekitar
46 km dari Pasir Pengarayan. Istana Rokan adalah peninggalan kesultanan “Nagari
Tuo” berumur 200 tahun. Istana dan beberapa rumah penduduk sekitar ini memiliki
koleksi ukiran dan bentuk bangunan lama khas melayu (Rumah tinggi).
- Taman Nasional Bukit Suligi
Memiliki jenis flora dan fauna yang dilindungi oleh
pemerintah, ada danau yang indah didalam taman ini yang dijadikan sebagai
tempat rekreasi bagi masyarakat yang berkunjung. Selain berekreasi tempat ini
dijadikan tempat penelitian biologi yang membuat tempat ini menarik. Terdapat
sumber air panas yang tidak terlalu besar serta goa-goa dan seramnya hutan yang
lebat. Bagi para wisatawan yang ingin bermalam ditempat ini disediakan camping
ground.
- Mesjid Tua Kunto Darussalam
Terletak sekitar 62 km dari Pasirpengarayan yang
didirikan pada tahun 1937 oleh R.T. Muhammad Alie dan terdapat 3 makam ahli
Suluk (Khalifah) Tengku Imam Khalifah Muda dan Imam Nawawi. Mesjid Tua Kunto
Darussalam ini sebagai pusat Tarkat Na’syahbandiyah, dalam perkembangan
selanjutnya dibangun “bangunan suluk” pada tahun 1958.
- Wisata Air Sungai Rokan Kiri
Yang mengalir melintasi kota ujungbatu salah
satu potensi untuk wisata air deras, atau wisata petualangan dengan menggunakan
boat ke hulu sungai yang deras dengan tebing-tebing sungai yang cadas sekaligus
dapat menyaksikan hutan sekunder disepanjang sungai, sambil melihat kehidupan
tepi sungai sekitar 1 jam perjalanan kita akan jumpai air terjun hujan lobek di
tebing sungai, dihulu sungai ada dua air terjun yang cukup tinggi yaitu air
terjun sungai murai dan air terjun sungai tolang.
- Sumber Air Panas Pawan
Terletak di desa Pawan sekitar 9 km dari
Pasirpengarayan. Mudah dijangkau dengan kendaraan bermotor serta roda dua,
uniknya becak jerman pun dapat melayani trayek langsung ke lokasi. Tempat ini
sangat diminati oleh wisatawan, dengan keunikan ada dua sumber air panas dari
gejala post vulkanis yang masing-masing sumber berbeda panas airnya (Suhu sisi
kiri 600oC dengan debit air 7200 ml/dtk, sisi kanan 480-580oC dengan debit air
1800 ml/dtk), yang disalurkan ke beberapa pancuran yang jatuh di tepi sungai
kecil yang airnya dingin dan bersih lagi jernih dengan suhu 200-250oC. Tempat
ini baik untuk rekreasi kesehatan, sambil bersenang-senang bersama keluarga,
yang didukung oleh alam yang asri serta tempat parkir yang luas, tersedia pula
Camping Ground.
- Air Panas Hapanasan
Tempat wisata ini berjarak jarak 6 Km. dari ibukota
Kabupaten Rokan Hulu, Pasir Pengaraian, fasilitas yang dimiliki diantaranya
Musholla, lahan parker, toilet, arena permainan anak-anak, kolam renang dan
panggung terbuka. Pada tahun 2009 di objek wisata air panas hapanasan ini akan
di bangun waterboom, outbond, pusat informasi kupu-kupu dan kelengkapan
lainnya.
- Goa Huta Sikafir
Berada sekitar 1 km dari sumber air pawan, kita akan
menjumpai hutan dengan kayu-kayu besar, yang dililiti oleh urat-urat kayu hawa
(Sulur). Didalam kawasan hutan 6 hektar inilah terdapat 41 goa-goa besar dan
kecil yang setiap goa memiliki nama yang sesuai dengan kondisi goa, seperti
contoh goa landak, goa ini seperti lobang sarang landak, goa tupai seperti
parit yang panjang tidak terlalu sempit. Dari sekian banyak goa yang terkenal
keindahannya ialah Goa Mata Dewa dan Goa Lepong, serta Goa Kulam. Goa-goa ini
cukup membuat anda lelah berpetualang didalamnya bersama pemandu yang telah
siap melayani jasa pramuwisata di Huta Sikafir.
- Sungai Bungo
Adalah
sebuah kampung dikaki bukit Hadiantua dengan penduduk sekitar 30 KK dengan
pencaharian penduduk berkebun, berladang, serta meramu hutan. Daerah yang asli
perkampungan tanpa pengaruh modernisasi dan terisolir sekitar 1 jam perjalanan
dari bendungan Cipogas. Tempat ini cocok dijadikan Ecotourism, dimana segala
kegiatan yang memiliki sifat menjauhkan diri dari keramaian dan tidak menuntut
fasilitas yang baik, sifat berpetualang dan berkemah dipinggir kampung, serta
melihat rutinitas masyarakat.















Tidak ada komentar:
Posting Komentar